23 Agustus 2012

DSC04669

Keluarga Kami – 23 Agustus 2012

Tidak terasa, 4 tahun sudah umur keluarga kecil kami. Perayaan spesial tahun ini adalah kunjungan singkat kami sekeluarga ke Ranca Upas, bumi perkemahan di selatan Bandung, tempat saya dan suami pertama kali bertemu 13 tahun yang lalu.

Ranca Upas telah banyak berubah sekarang, area toilet umumnya hilang, digantikan oleh water park berair hangat. Lumayan bersih dan murah, sayangnya karena memang musim Lebaran ya penuh sekali. Dan aduh itu sampah dimana – mana. Tapi sebetulnya water park-nya bagus, tempat mandinya cukup bersih, terpisah antara toilet dan tempat mandi, walaupun jumlahnya kurang banyak. Sampai berebut. Kolamnya ada 2 macam, kolam dewasa dan kolam anak. Ada sliding-nya juga, keren.

DSC04714

Ranca Upas Water Park

Keberadaan water park ini merupakan ide yang baik, setidaknya memberi tambahan alternatif liburan bagi masyarakat kecil, tiketnya murah : 10 rb saja. Mudah – mudahan terawat terus, dan tidak jadi kotor karena kebanyakan pengunjung. Cici suka berenang disini, airnya hangat, asli dari mata air. Selain itu ada juga beberapa permainan untuk anak – anak. Murah meriah 🙂

DSC04697

berenang di kolam anak

Selebihnya tidak ada yang berubah dari Ranca Upas. Penangkaran rusa masih ada, walaupun sepertinya rusanya tambah sedikit ya. Tetapi sekarang sudah dibangun tempat pengamatan rusa yang bagus, semacam panggung panjang. Dari sini kita bisa melihat – lihat rusa yang sedang merumput, dan juga memberi makan. Ada juga anak – anak kecil yang menjual sayuran untuk makanan rusa, harganya 3000 saja per bungkus, simbiosis mutualisma.

DSC04737

penangkaran rusa Ranca Upas

Kios kios penjual makanan di dekat lapangan rumput juga masih ada. Senang melihat tidak ada yang berubah banyak. Ranca Upas tetap hijau dan sejuk.

Menjelang sore perjalanan kami lanjutkan ke arah Situ Patengan, berbelok ke arah perkebunan teh dan menemukan pemandangan yang menakjubkan. Saung kecil di tengah ladang, pagar kayu, dan matahari sore yang hangat. Awesome.

DSC04752

saung kecil di tengah ladang

Tidak jauh dari saung itu kami bertemu dengan Bapak Tua yang menjaga sumur geothermal. Helmy sempat mengobrol dengan beliau, ternyata beliau tinggal di Ciwidey, setiap 2 minggu sekali pulang ke rumah, berjalan kaki dari sumur hingga jalan besar, lumayan 5 km saja. Memasak sendiri setiap hari, dan berteman dengan sepi disitu. Semoga Allah memberi kemudahan untuknya.

DSC04754

Bapak tua penjaga sumur geothermal

Untuk keluarga kecilku :
Semoga Allah Swt selalu membimbing langkah kita, selalu memberkahi rejeki yang kita terima. Ya Allah panjangkanlah jodoh kami, jadikan kami suami dan istri yang saling menyayangi, membantu dan mengasihi. Lindungilah anak kami, dan berilah kami kemampuan untuk menjaga dan merawatnya di jalan kebaikan. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s