Sekolah Karakter – IHF Foundation

Badan sehat, jiwa kuat, hati bersih daaaaaaan Cerdas

SubhanaAllah, setiap saya mendengar Cici meneriakkan yel yel itu saya selalu terharu. Ini adalah yel favorit Cici, dipelajari di sekolah Cici yang sekarang, di Sekolah Karakter IHF, Cimanggis.

DSC04255

Sekolah Karakter – IHF, Cimanggis

Sudah sejak lama saya ingin berbagi cerita mengenai Sekolah Karakter, banyak teman yang bertanya, mohon maaf baru bisa sekarang dituliskan.

SEKOLAH KARAKTER, aneh memang terdengarnya. Setiap ada teman atau kerabat yang bertanya mengenai sekolah Cici maka komentarnya sama : “Sekolah apa tuh, dimana ? “ Komentar lanjutannya juga sama : “Cimanggis ? jauh banget, ga kasian sama anaknya ya, kan cape !”

Saya mengenal sekolah ini dari Mba Nila Dewi dalam family trip kami ke Ujung Genteng, November 2011 lalu. Pucuk dicinta ulam tiba, mendengar ceritanya kami langsung jatuh cinta. Inilah yang kami cari – cari. Saat itu Cici berusia 2.5 tahun dan sudah bersekolah di play group dekat rumah. Terus terang kami kurang sreg di sekolah ini, metode pengajarannya sepertinya kurang cocok untuk Cici. Terlalu sekolah banget 🙂

Keesokan harinya saya langsung menelpon Sekolah Karakter, ternyata waiting list untuk play group sudah no 57, baiklah tak mengapa. Tak putus harapan saya mendaftar untuk waiting list TK, hore ada kemajuan, no 25. Iseng dan sekalian saya mendaftar untuk waiting list SD, no 1. Hore, baiklah kita lihat saja apakah ada rejeki Cici disini.

Hampir terlupakan dan tiba – tiba di bulan Februari 2012 saya mendapat sms dari Sekolah Karakter, isinya singkat saja : Ayah dan Bunda, silakan melakukan trial untuk Ananda di bulan Maret 2013, informasi lebih lanjut silakan menghubungi no telpon xxxx. Alhamdulillah, ternyata Cici mendapat kesempatan untuk mengikuti trial. Betul – betul di luar dugaan, mungkin karena banyak pendaftar yang mengundurkan diri, dan akhirnya Cici kebagian. Senang sekali rasanya, lebih – lebih dari menang lotre.

Cici mengikuti trial sebanyak 2 kali di bulan Maret 2012, kebetulan saya tidak bisa mengantar dan menunggui Cici selama trial. Jadilah Cici diantar ayahnya dan alhamdulillah Cici sangat mandiri. Saat itu yang paling penting bagi kami adalah Cici tidak protes walau perjalanan ke sekolah jauh dan dia suka. Alhamdulillah dengan mudah Cici beradaptasi dengan lingkungan barunya dan juga tidak protes walau jauh. Hari pertama trial dan Cici langsung jatuh cinta dengan lapangan pasir di sekolah.

Bunda, Cici mau sekolah di sekolah jauh aja, yang ada pasirnya

Tahap selanjutnya adalah pertemuan antara orang tua dan Kepala Sekolah Karakter – Ibu Tika. Intinya pertemuan ini merupakan kesempatan orang tua bertemu dengan pihak sekolah, membicarakan misi dan visi juga membahas hasil trial Cici. Saat itulah saya benar – benar jatuh cinta dengan sekolah ini. Ibu Tika sendiri sangat baik, lembut sekali. Beliau menceritakan observasi yang dilakukan para guru dengan penuh semangat. Beliau bercerita bagaimana Cici membantu menghibur teman-nya yang menangis ketika trialso sweet Cici, Cici membantu mengambilkan sandal temannya, dan lainnya. Hal – hal kecil yang membuat saya terharu. Inilah sekolah yang kami cari – cari. Saat itu kami juga mendapat kepastian bahwa Cici dapat bersekolah disini, alhamdulillah. Lega sekali rasanya.

Setelah pertemuan masih ada tahapan berikutnya, seminar pendidikan karakter untuk orang tua siswa baru. Pembicara utama-nya Ibu Ratna Megawangi, pendiri Sekolah Karakter. Dan sungguh ini kedua kalinya saya jatuh cinta dengan sekolah ini. Sesuai temanya, maka seminar ini bertujuan mempersiapkan orang tua untuk menjadi orang tua yang berkarakter. Ibu Ratna berbagi cerita mengenai misi dan visi sekolah Karakter, apa yang diharapkan dari orang tua dan saya tersentil. Sungguh disini saya merasa sangat beruntung, sebetulnya bukan hanya Cici yang bersekolah, di sini kami juga dituntut untuk menjadi orang tua yang lebih baik. In Sha Allah.

Setelah penantian panjang inilah hari yang ditunggu. Hari pertama bersekolah, Senin 23 Juli 2012. Saya sengaja cuti hari ini, dan sayangnya Popo ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadilah saya dan Cici naik taksi ke sekolah. Cici semangat sekali, dengan seragam barunya dan rambut dikucir dua.

6

hari pertama di Sekolah Karakter – anak Bunda sudah besar

Menariknya di pintu gerbang ternyata sudah menunggu para Ibu dan Bapak Guru, menyambut anak – anak di hari pertama sekolah, menyapa anak – anak, menanyakan kabar, sejuk sekali mendengarnya.

2

welcome greeting from the teachers

Kelas play group di Karakter disebut Kelompok Belajar alias KB. Ada dua kelas dengan frekuensi pertemuan 3x seminggu. Cici masuk di KB Ceria bersama 11 orang temannya dan Ibu Lia, Ibu Novi serta Pak Singgih. Ratio guru dan muridnya 1 : 4, sangat ideal. Waktu bermainnya dari jam 8 – 11.15, menyenangkan. Lucunya para murid dianjurkan tiba lebih awal di sekolah agar bisa bermain dulu. Jam 8 mulai belajar tapi ya sebenarnya bermain juga, bermain sambil belajar. Di halaman sekolah memang terdapat cukup banyak permainan, mulai dari lapangan pasir, main gantungan, perosotan, rumah pohon, semua favorit Cici. Sampai sekarang Cici suka sekolah karena bisa main pasir dan gantungan 😀

5

main gantungan, namanya trademark Cici 😀

3

bermain pasir bersama Ibu Lia dan Leya, new besties

Di hari pertama tersebut saya menunggu Cici sampai selesai sekolah. Penasaran juga ingin tahu seperti apa suasana kelasnya. Ternyata sangat menyenangkan.

Jam 8 pagi semua anak TK dan playgroup berkumpul di halaman, lucu sekali. Ada yang masih menangis ingin ditemani Bunda-nya, ada yang malu – malu dan ada juga yang pemberani dan percaya diri berdiri di barisan. Ibu dan Bapak Guru mengajak anak – anak bernyanyi dengan semangat. Bagaimana dengan Cici ? Anak kecil satu ini sibuk berlari kesana kemari. Bermain 🙂 Sesekali masuk barisan lalu menghilang lagi. Tadinya saya khawatir Ibu Guru akan marah, tetapi ternyata tidak, Ibu Lia malah mengantar Cici bermain pasir..Ibu Guru yang hebat.

9

sibuk sendiri 🙂

10-horz

diantar Ibu Lia untuk bermain pasir

Setelah bernyanyi dan berolahraga kecil, anak – anak masuk ke kelas. Kelas sederhana, penuh warna, tanpa AC dan terbuka. Lagi – lagi hal menyenangkan bukan. Kelas diawali dengan membaca doa bersama, ucapan selamat datang, memperkenalkan diri dan bernyanyi lagi. Senang mendengarnya, entah kekuatan apa yang membuat Ibu Lia, Ibu Novi dan Pak Singgih dapat berbicara dengan santun, lembut dan menghipnotis anak – anak tersebut. Empat jempol untuk Bapak dan Ibu.

Seperti biasa di hari pertama anak – anak masih malu – malu. Beberapa kali Cici melihat saya dan malah ingin keluar kelas. Ada juga beberapa anak yang terus menangis dan minta ditemani Bunda-nya di dalam kelas. Belum lama di kelas dan anak – anak kembali ke halaman. Kali ini Parachute time, wow ini kan kesukaan Cici waktu di kelas Gymboree dulu. Semuanya persis sama, parachute yang sama, lagu yang sama juga bubbles. Pandai sekali para guru menarik hati anak – anak. Seketika suasana kelas yang tadinya malu – malu menjadi ramai oleh celoteh anak – anak yang kegirangan, bermain parachute dan bubbles. Cici juga sangat suka.

DSC04119-horz-vert

parachute time

DSC04128

bubbles time, Pak Singgih jadi idola

Puas bermain bubbles dan sekarang saatnya jalan – jalan, tur keliling sekolah. Anak – anak mulai patuh dan dengan semangat berbaris. Menggemaskan memang. Sambil bernyanyi mereka berkeliling sekolah. Ibu Lia memperkenalkan tempat – tempat untuk bermain, kelas kakak TK, tempat mencuci tangan dan akhirnya tur keliling sekolah diakhiri dengan bermain. Bermain lagi ? iya betul kok, sekarang waktunya bermain lagi. Mendengar kata bermain maka Cici langsung berlari dengan semangat, meninggalkan teman – temannya haha.

DSC04136

Cici semangat sekali

Hari yang menyenangkan ini ditutup dengan makan bekal bersama, tidak terasa 3 jam sudah. Sepertinya Cici baik – baik saja dan sangat senang. Beberapa anak masih menangis tetapi banyak juga yang sudah mandiri. Hari yang melegakan, sepertinya kali ini kami tidak salah pilih.

Cici sudah bersekolah 8 bulan di Sekolah Karakter, ia menyukainya, sangat suka. Beberapa kali Cici harus ijin tidak sekolah karena tidak ada yang mengantar dan tampaknya ia sangat sedih. Ibu Lia, Ibu Novi dan Pak Singgih sangat baikkkkkk, baik sekali. Sungguh saya belajar banyak mengenai ketulusan dan keikhlasan dari mereka.

Bermain sambil belajar itu sangat efektif lho, alhamdulillah Cici sekarang sudah bisa membaca beberapa kata sederhana, menuliskan beberapa kata yang disukainya, suka menggambar, dan banyak hal teknis yang dulu sempat tertinggal di sekolah lama. Semangat terus ya Cici, yang penting happy dan tentunya berkarakter baik.

Mungkin saya perlu beberapa hari lagi untuk menuliskan testimoni mengenai sekolah ini, tapi nanti disambung lagi saja ya. Yang jelas saya merasa sangat beruntung bisa mengenal Mba Nila, mengenal sekolah ini, Cici mendapat kesempatan bersekolah disini, alhamdulillah. Terimakasih Ibu dan Bapak Guru mari kita kembangkan semangat anak Indonesia menjadi anak yang berkarakter, dan orang tua berkarakter juga tentunya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s