Kuala Lumpur Survival Tips 1

SONY DSC

Bandar Kuala lumpur

Sebetulnya sudah diniatkan mau menulis ini sejak lama, survival tips yang mudah – mudahan bisa menjawab pertanyaan teman – teman yang akan bermigrasi ke Kuala Lumpur. Bagaimanapun walau dekat dari Indonesia, tetap saja ada hal – hal baru yang berbeda. Dulu sebelum pindah saya sering sekali mencari informasi melalui blog teman – teman Indonesia yang tinggal disini, dan terbukti itu sangat bermanfaat.

Survival tips ini akan saya update bila ada informasi baru dan di seri berikutnya, kalau menambahkan monggo ya, apalagi mau mengkoreksi 🙂 . Bagaimanapun saya juga masih anak bawang, baru 1 tahun saja disini.

Tempat Tinggal

Bisa dipastikan ini adalah pertanyaan pertama yang muncul. Tinggal di mana ya ? Tentang mencari tempat tinggal pernah saya tuliskan disini : Condo Hunting. Kebanyakan orang Indonesia tinggal di apartemen/condominium. Ada beberapa yang memilih rumah tetapi dengan konsekuensi lokasinya yang agak jauh dari pusat kota. Rumah di kota harga sewanya bisa jadi lebih mahal dari sewa condo. Harga sewa condo di KL itu mahal, jadi sebisa mungkin rajin-rajinlah mencari condo idaman yang sesuai keinginan dan pas di kantong. Walaupun dibayarin kantor sebetulnya nyesek juga bayar sewa disini, kalau di Indonesia bisa buat nyicil rumah hiks. Tapi kalau rajjin mencari InshaAllah bisa dapat yang cocok juga kok. Beberapa referensi website untuk mencari rumah/condominium : Property Guru, Propwall, dan Iproperty.

Setelah mendapatkan unit yang diinginkan, kita bisa langsung menghubungi agen properti yang namanya biasanya ada di posting web tersebut. Bisa lewat sms atau email atau telpon langsung. Menurut saya yang paling efektif via sms aja, biasanya response mereka juga cepat. Bila unit masih available silakan buat janji untuk viewing, after office hour atau weekend pun tidak jadi masalah. Proses selanjutnya bisa dibilang cepat saja, agen akan membuatkan surat perjanjian sewa, kita membayar uang deposit (bisa 2 atau 3 kali sewa per bulan) dan kalau lancar bisa langsung dapat kunci dan pindahan. Beberapa owner ada yang menentukan kriteria penyewa, mulai dari masalah nationality, pekerjaan, agama sampai punya anak atau ngga. Tapi jangan khawatir, orang Indonesia termasuk penyewa yang disukai, konon orang Indonesia tergolong orang – orang yang rapih, ga rese dan selalu bayar tepat waktu :p. Oiya, punya Owner yang baik juga penting, setelah urusan perjanjian sewa selesai selanjutnya kita tidak akan berurusan dengan agen lagi. Kalau ada apa – apa ya urusannya sama si Owner, AC rusak atau furniture rusak, semua urusannya dengan owner.

Sekolah

Tentang sekolah juga pernah saya tuliskan disini : Mencari Sekolahan.  Sebetulnya sama saja seperti di tempat lain, mencari sekolahan itu gampang – gampang susah. Sekolah di Malaysia bisa dibagi jadi 3 golongan besar : national school yang disebut Sekolah Kebangsaan, Private School dan International School. Sekolah Kebangsaan di Malaysia itu umumnya bagus dan gratis. Sayangnya mereka masih mengutamakan orang lokal dahulu dan tahun ajarannya aneh, mulainya di Januari. Selain itu ada juga aturan yang mensyaratkan siswa untuk memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya, karena nanti urusannya dengan bis sekolah dll. Etnis juga berpengaruh disini, karena ada 3 macam sekolah kebangsaan khusus untuk etnis tertentu : Chinese, India dan Melayu. Walaupun sepertinya ada juga sekolah campur yang terbuka untuk semua etnis.

Private School dan International School cukup banyak pilihannya dan harganya sama saja seperti di Indonesia, mahal. Tetapi tahun ajarannya dimulai di bulan Juli – Agustus, ga bikin repot kalau nanti pindah lagi. Tentang pelajaran saya belum bisa komentar banyak karena Cici masih TK hehe, tapi yang pasti beban belajarnya lebih berat dan yang harus dipelajari lebih banyak. Cici sekolah di CIS – Cempaka International School, Cheras. Bahasa pengantar di sekolah adalah Bahasa Inggris, tetapi mereka belajar juga Bahasa Melayu dan Bahasa Mandarin. Padahal sekarang Cici bisa dibilang juga baru mempelajari Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu-nya, Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah-nya kalau mudik dan berjumpa sepupu-sepupu plus belajar ngaji yang juga bahasa asing – Arab. Huhu I can feel her feeling. Di luar masalah bahasa sampai saat ini ngga ada kendala, alhamdulillah para Guru di sekolah baik hati sekali juga teman – teman. Profesi Guru di Malaysia adalah profesi bergengsi lho, gajinya lumayan, saya melihat Guru di sini sangat dihargai oleh pemerintah maupun sekolah. Akhirnya mereka mengajar sepenuh hati dan ga pusing lagi mikirin pekerjaan sampingan untuk bikin dapur tetap ngebul.

Transportasi

Transportasi publik di Malaysia bagus, kecuali taksi haha. Kalau taksi sih mendingan Blue Bird kemana – mana. Favorit saya ya pastinya kereta, pilihan jalurnya banyak, murah dan cepat. Sekarang ini Kuala Lumpur juga macet dan parkir di mall atau gedung kantor biasanya mahal. Orang – orang lebih memilih naik mobil dari rumah, parkir mobil di stasiun kereta/bus stop dan sambung naik kereta/bis. Berbicara tentang kereta ada 3 macam : LRT (dalam kota), KTM (antar kota) dan monorail plus satu lagi KLIA express ya. Sebaiknya beli kartu Touch n Go yang sistemnya top up dan bisa dipakai untuk semua kereta dan bus.

SIM Indonesia bisa dipakai di Kuala Lumpur tapi ngga bisa dipakai untuk klaim asuransi. Sebaiknya membuat SIM internasional atau konversi SIM Indonesia yang sayangnya prosesnya lama dan agak ribet. Diperlukan surat pernyataan dari KBRI (syaratnya SIM Indonesia, paspor dengan visa, satu hari selesai) kemudian pergi ke JPJ (Jawatan Pengangkutan Jalan) dan tunggu pengesahan dari JPJ untuk kemudian pergi ke JPJ Putrajaya. Sayangnya sampai sekarang punya kami juga belum selesai, tersangkut di JPJ Wangsamaju. Buat SIM di Malaysia agak susah, prosesnya panjang dan mahal, tapi boleh juga dicoba.

Taksi di KL ada 2 macam, taksi budget (warna merah-putih, kuning atau hijau) dan taksi eksekutif (innova biru). Harga taksi eksekutif 2x lipat lebih mahal dari taksi budget. Jangan heran kalau taksi di KL itu jelek – jelek, kecuali taksi eksekutif ya dan terkadang driver-nya jual mahal. Sebelum naik dan duduk lebih baik tanya dulu apakah mereka mau pergi ke tempat tujuan kita. Terkadang karena alasan macet mereka menolak pergi. Taksi yang ngetem di depan KLCC atau pusat keramaian lainnya biasanya tidak mau menggunakan argo (disini dibilang meter), dan mereka pasang harga mahal. Tawarlah serendah mungkin hoho. Ada 2 aplikasi pesan taksi yang bisa jadi pilihan : My Teksi dan Uber.

Nanti bersambung ya 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Kuala Lumpur Survival Tips 1

  1. Hoho, nice info mba. Walaupun sampai saat ini masih kepikiran balik ke kampung halaman, tp tulisan ini jd ancang-ancang, kali aja ada rzQ tinggal di Malaysia. 😀

    Ditunggu lanjutannya yak!

    • siappppp…menyusul part 2 tentang makanan 🙂
      mudah – mudahan berguna ya, baru kepikiran juga nulis beginian, kemarin ada temen baru pindah ke KL, langsung kasi link ini hehe

    • teksi di sini parahhhhhh 🙂
      mungkin penyebabnya karena kebanyakan taksi punya pribadi, bukan kaya di Indonesia yang dimiliki perusahaan, ada yang punya perusahaan tapi dikit.

      Jadi kebanyakan si Pak Cik ni semau – maunya, baru di KL bisa nemu taksi yang boleh rombongan naik, jadi di jalan dia narik penumpang lain haha, atau mengkol dulu ngejemput anaknya yang pulang sekolah.

      Tapi kalau pakai My Taxi lumayan kok Mba, biasanya drivernya ok. Apalagi kalau Uber, katanya drivernya ganteng – ganteng :p

  2. Taksi di KL itu kenapa ngeri gitu ya? Saya lihat sendiri sopir taksi bertengkar dengan sepasang bule yang merasa ditipu. Sopir taksinya ngotot malah mau mukul bule itu pakai flash light. Untungnya ada polis dekat situ jadi bulenya lari ke polis. Alhamdulillah pas saya harus naik taksi dapat yg baik malah ngobrol seru karena dia barusaja family vacation ke Bandung. Jiah keren amat sopir taksi sana.

    • hehehe, ga semua sih Mba, tapi kebanyakan iya. Terutama yang di sekitar mall atau tempat wisata, biasanya mereka ga mau pakai argo dan semau-maunya. Waktu awal tinggal disini saya malah pernah naik taksi-supirnya orang Melayu dan dia pesan sebaiknya jangan naik taksi yang supirnya Chinese atau India, bukan rasis sih..tapi banyak cerita ngga enaknya, mulai dari ditipu ampe diturunin di tengah jalan. Alhamdulillah sih sampai sekarang saya selalu dapat supir taksi baik 🙂

      Disini kayanya supir taksi malah hanya kerja sampingan lho Mba, saya beberapa kali naik taksi dan supirnya cerita kalau ini dia hanya ngobyek, sekalian jalan pulang dari kantor. Pernah juga naik taksi supirnya Ibu – Ibu, katanya dia jadi supir taksi karena bosan aja ga ada kerjaan di rumah, anak dah pada nikah dan suami dah ga ada.

    • Hehe kalau Tadika itu artinya taman kanak – kanak Mba, jadi kalau Tadika Mesra artinya Taman Kanak – Kanak Mesra. Tadika banyak sekali disini, hampir di setiap belokan jalan atau kompleks perumahan ada.

  3. Pingback: Kuala Lumpur Survival Tips 2 : Mencari Sekolahan | three of us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s