Winter Clean Out

Sebetulnya di sini sih ngga ada winter, ini biar gaya aja, euphoria spring clean out 🙂

Ceritanya bulan depan kami mau pindahan kontrakan. Terinspirasi dari postingan Dita yang ini, saya mulai nyicil beberes dan memilah – milah barang kami sesuai saran Marie Kondo dengan teknik Spark Joy-nya. Saya ngga baca buku-nya sih, berpegang saja pada petuah Neng Dita : Intinya sih, saat kita beres-beres, kita hanya menyimpan barang-barang yang kita suka banget, dan sisanya lebih baik didonasikan atau dibuang. Salah satu caranya dengan menggenggam atau menyentuh tiap barang dan kita bisa rasain sendiri apakah kita hepi?

Teorinya sepertinya mudah, tetapi realisasinya ternyata susah. Mengingat saya ini senang sekali menyimpan barang, suka belanja pernak-pernik (yang akhirnya sebenernya ngga penting banget) dan ngga tegaan. Sepertinya semua barang ada nilai nostalgia dan wajib disimpan.

Tapi mengingat kejadian pindahan yang sudah-sudah sepertinya sekarang saya harus tega. Mari kita pilih barang yang benar – benar perlu biar pindahannya ngga repot dan belajarlah beramal May !

Buku

Ternyata buku yang kami punya banyak sekali. 3 rak buku, belum termasuk buku-buku yang berserakan di kamar, meja makan, ruang tamu. Dan sejujurnya belum semua buku ini dibaca, ahahaha. Banyak juga buku yang double-double (bahkan triple) hasil kalap beli buku waktu Big Bad Wolf yang super murah. Plan : pisahkan buku yang double (dan juga triple), sumbangkan atau buat garage sale. Target : buku harus bisa ditampung di 3 rak buku yang ada.

books - winter clean out target

books – winter clean out target

Sepatu – Sandal

Sebetulnya sepatu atau sandal yang saya dan kami punya ngga banyak, dan betul – betul praktikal sekali. Misalnya untuk Cici, hanya ada sepatu sekolah, sandal jepit, sepatu gunung, sepatu main. Itu saja, ngga banyak kan. Tetapi ternyata jumlahnya ada banyak hiks. Sebagai anak yang sedang berkembang, Cici itu cepat sekali besar. Sepatunya kok ya cepat sekali kekecilan. Sepatu sekolah saja bisa 6 bulan sekali ganti. Dan ternyata sepatu-sepatu kecilnya juga masih saya koleksi. Plan : memisahkan semua sepatu dan sandal yang kekecilan, sumbangkan atau buat garage sale kalau kondisinya masih layak. Target : ketika pindah nanti hanya membawa sepatu dan sandal yang masih dipakai.

Kitchen – Baking Utensils

Ngga ada yang boleh dibuang haha, ini bagaikan harta karun soalnya. Teringat perjuangan bawa pyrex dari Houston ke Jakarta trus dibawa lagi ke KL. Ada lagi cerita panci kaca yang dibeli di Houston karena harganya murah sekali dibandingkan harga di Indonesia.  Hampir semua perlengkapan dapur punya cerita sendiri, hampir semuanya dibeli dengan harga di bawah pasar karena lagi sale, dan semua terpakai kok. Tetapi waktu bongkar-bongkar kenapa ada mixer dan blender baru belum dibuka ya. Kenwood heavy duty pula haha, ternyata saya pernah beli dengan harga murah di Barang Murah UK (online seller di Malaysia yang menjual barang dari UK dengan harga murah). Duh kacau ini sih, rencananya dulu beli untuk nabung barang kalau – kalau nanti di Indonesia punya homestay atau bakery. Tapi itu belum tahu kapan terlaksana, bukannya nabung uang malah nabung mixer. Plan : pisahkan lagi barang yang benar-benar ingin disimpan. Target : punya mixer 1 sudah cukup May 🙂

Furniture dan Elektronik

Alhamdulillah ngga punya haha, iya..soalnya dulu kita pindahan dari Indonesia hanya bawa koper. Untuk yang satu ini lebih mudah, so far kita hanya punya meja komputer, meja belajar Cici, rak buku, dan komputer. Bakalan dibawa semua.

Pakaian

Ini juga sebetulnya nasibnya sama seperti sepatu-sandal, bisa dibilang sebetulnya kami jarang juga beli baju. Kalaupun beli ya karena kebutuhan. Tapi jeleknya baju-baju lama juga ngga pernah dibuang atau disumbangkan. Sampai handuk Helmy yang berusia lebih dari 10 tahun pun masih ada haha. Atau pakaian Cici yang kekecilan semua, eh masih ada juga. Plan : pisahkan baju yang sudah tidak terpakai atau kekecilan. Target : bawa baju yang layak pakai atau masih dipakai saja.

Nah lumayan nih, setidaknya saya sudah punya rencana dan target. Ayo kita laksanakan. Barang-barang hobby masih dalam zona tak tersentuh, nanti kita pikirkan lagi.

Oiya jadi ingat, sebentar lagi mudik juga ke Bandung. Saatnya shopping haha, kebiasaan jelek bagus yang sering saya lakukan sebelum mudik ke Indonesia adalah ONLINE SHOPPING. Mulai dari beli buku, baju, perlengkapan dapur, ragi tempe sampai beli krecek dan terasi pun online. Mudah dan menyenangkan, browsing barang yang diperlukan, transfer dan barang dikirim. Mudik akan lebih efektif karena tidak usah memikirkan belanja-belanja lagi, Bandung macet.

Khusus untuk Cici saya sudah punya rencana shopping online di Zalora, ternyata Kids outfit di Zalora lucu-lucu ya, harganya juga oke, apalagi dibandingkan dengan harga Kuala Lumpur. Bulan depan juga ada promo menarik dari Zalora : Hari Belanja Online Nasional di Zalora. Pastinya akan ada diskon besar-besaran di Zalora, mulai dari tanggal 10-12 Desember 2015. Alhamdulillah, rejeki si Cici memang.

Yuk bebersih rumah dulu aja bulan ini dan jangan lupa bulan depan mampir ke Zalora.

Harbolnas

Advertisements

12 thoughts on “Winter Clean Out

  1. Kita juga mau pindah dan mepet bgt karena mau pergi juga. Duh. Udah gt rumah kita udah lengkap semua terpaksa di jual2in isinya karena rumah kontrakan baru udah lengkap sama isinya.

    Selamat pindahan rumah baru yaaaa 😄

  2. Waaahhh banyak juga May buku2nya. Langsung pengen jadi volunteer buat ngambilin dan milikin hahaha. Semangat May buat beberesnya, selamat pindahan juga.
    Tega itu musti diterapkan pertama. Aku dulu pas pindah kesini, sampai agak lebay nangisin buku2 yang sudah kukumpulkan selama ini musti direlakan dihibahkan ke rumah baca adik kelas. 2 rak besar. Soalnya ibuku ga mau terima, rumah sudah kayak gudang katanya selalu aku taruh buku2 disana haha. Maklum ya jadi anak kos 18 tahun benda berharganya cuman buku :))) tapi bersyukur juga ada yang mau nampung, lega akhirnya berakhir di rumah baca.

    • Buku itu harta karun pertama Mba xixixi, ini padahal hanya buku yang dibeli selama 2 tahun terakhir lho. Buku ku di Bandung udah banyak banget.

      Udah kepikiran mau dihibahkan Mba, tapi masih sayang hiks, karena kebanyakan buku waktu kecil, pengen Cici bisa baca juga ntar -> ketahuan kan pelitnya haha

      Selain itu ada rencana terpendam kalau nanti punya homestay atau bakery bisa ditaruh di sana, jadi mini library -> ini juga aneh sebenernya, bukannya nabung uang malah nabung buku sama mixer :p

  3. sama kayak mba Deny, langsung gak fokus begitu liat bukuuuu. aaaak mauuuu jadi penadah bukunya deeeh.
    padahal di rumah juga buku sama majalah banyaaaak banget, gak tega ngebuang 😦

    • nah itu belum tega berbagi Dit haha, pelit nih kalau urusan buku 🙂

      aku untungnya dah lama ga beli majalah, numpuknya cepet, harganya mahal dan kalau menurut asisten di rumah Jkt dulu kalau dijual lagi ngga laku Bu, orang lebih suka koran bekas hehe

  4. Horeee… Semoga lancar ya pindahannya. Aku jadi tersipu-sipu karena keribetan beberes kmaren ada gunanya juga. May bukunya banyak bangeeetttt. Emang seneng sih ya punya buku banyak. Aku mah udah beneran tega uy, sekarang malah daftar perpus buat buku kindle, karena lama-lama ebook jadi numpuk juga. Toh walopun bukunya sedikit, terbukti aku semakin banyak bacak kok.
    Oh ya, kata Marie Kondo biar lebih ‘iklash’ sebelum donasi atau buang barang, barangnya ditepuk-tepuk dulu, berterima kasih atas jasanya selama ini 🙂

    • Iya Dit, itu buku gara – gara Big Bad Wolf, jadi tiap tahun ada jualan buku murah banget dan bukanya 24 jam selama 2-3 minggu. Murahnya kebangetan, bisa hanya RM 3 aja per buku, atau RM 100 bisa dapat 1 box bisa diisi sepuasnya.

      Aku belum pernah coba kindle, kayanya musti nyoba nih.

      Suka banget ya sama Marie Kondo, yuk tepuk-tepuk, In Sha Allah ikhlas hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s