Puncak Rinjani yang Selalu di Hati

Indonesia itu kaya !

Sangat kaya, tidak jarang saya bingung sendiri kalau teman – teman saya yang bukan orang Indonesia bertanya : “4 hari liburan di Indonesia sebaiknya ngapain ya ? “. Biasanya kemudian saya akan balik bertanya : mau pergi kemana ? mau ke pantai/ke gunung ? atau mau shopping saja ? Dari Sabang sampai Merauke, banyak sekali pilihan tempat yang bisa dikunjungi. Ujung-ujungnya saya pasti ngomporin : mendingan naik gunung aja, cukup kok 4 hari.

06_map

Semua segitiga merah itu gunung lho – via 

Naik gunung di Indonesia memang sangat menyenangkan. Banyak sekali pilihannya, mulai dari 1 day trekking, 2 days, sampai naik gunung kelas ekspedisi, semua tersedia. Menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dan pastinya memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Salah satu gunung yang menakjubkan dengan pemandangan indah adalah Gunung Rinjani. Gunung Rinjani berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dan merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Gunung dengan puncak tertinggi 3,726 meter dari atas permukaan laut ini tergolong sebagai gunungapi aktif dan merupakan gunungapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Pulau Sumatra.

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung favorit saya. Tiga kali mendaki dan tidak pernah bosan. Padang rumput, jalur landai, mendaki, memancing di danau, berendam air panas, semua ada di sana. Tak heran Rinjani menjadi salah satu lokasi wisata unggulan dan favorit di Pulau Lombok.  Bahkan Gunung Rinjani diusulkan akan menjadi salah satu Geopark dunia karena keunikan ekosistem dan fenomena Geologi yang ada disana. Dukung Rinjani sebagai Geopark dunia !

Berkunjung ke Lombok ? Naik Rinjani dulu sebelum main ke Gili, itulah saran yang sering saya sampaikan kepada teman – teman.

Meskipun di awal tahun ini tepatnya di bulan Maret, jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup dengan alasan curah hujan yang tinggi dan angin yang cukup besar. Namun jalur pendakian telah dibuka kembali mulai tanggal 1 April 2016 melalui kebijakan yang telah resmi dikeluarkan oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang telah berkoordinasi dengan Stasiun Klimatologi Provinsi NTB dan pihak lain yang terkait. Hal ini didasarkan pada kondisi kawasan TNGR yang sudah membaik dan kembali normal sehingga aman untuk kegiatan pendakian.  

SONY DSC

Gunung Rinjani dilihat dari Desa Sembalun

Salah satu kegiatan wisata  yang paling digemari dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani adalah pendakian ke puncak. Tersedia dua jalur pendakian yang umum dipilih, jalur Sembalun dari sisi timur dan jalur Senaru dari sisi utara.

Pendakian jalur Sembalun dimulai dari ketinggian kurang lebih 1,156 m dpl. Pendaki akan menyusuri jalan setapak dan makadam bekas jalur perkebunan menuju Pos 1 atau Pos Pemantauan yang terletak di tengah padang sabana dengan rumput-rumput yang tinggi. Sangat indah walaupun panas terik. Selama kurang lebih 2 jam kita akan berjalan di tengah padang rumput hingga tiba di Pos III atau Pos Padabalong yang merupakan persimpangan antara Jalur Penderitaan dan Bukit Penyesalan, jalur yang keduanya tidak menyenangkan tetapi harus dilalui. Pilih menderita atau menyesal haha. Selepas tanjakan ini masih ada lagi tanjakan Bukit Sembilan, sembilan bukit menuju Plawangan Sembalun di ketinggian 2,639 m dpl, tempat berkemah sebelum melakukan summit attack ke puncak Rinjani.

SONY DSC

Padang Sabana Sembalun

Berbeda dengan jalur Sembalun yang panas, jalur pendakian Senaru diawali dari perkebunan penduduk dan hutan yang teduh. Awal pendakian menuju Pos 2 masih terasa mudah, tetapi jalur menuju Pos 3 mulai terasa berat, mendaki terus sampai Plawangan Senaru di ketinggian 2,641 m dpl.

Pemandangan dari bibir kaldera Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun sangat menakjubkan. Puncak Rinjani menjulang tinggi. Gunung Barujari-anak Gunung Rinjani tampak mengerucut di dasar kawah, Danau Segara Anakan. Tempat berkemah yang sangat menyenangkan.

SONY DSC

Plawangan Sembalun

Perjuangan berikutnya tentunya adalah menuju puncak. Pendaki Sembalun bisa mencoba summit attack di hari kedua pendakian, sedangkan pendaki Senaru harus menuruni dinding kawah dulu untuk kemudian naik ke Plawangan Sembalun dan summit attack, jalur lebih panjang menuju puncak. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mau ketemu puncak duluan ? Naiklah lewat Sembalun. Mau ketemu danau duluan ? Naiklah lewat Senaru.

Perjalanan dari Plawangan Sembalun menuju puncak biasanya dimulai pagi dini hari, antara pukul 2 – 3 pagi. Bukan perjalanan yang mudah, setengah jalan terakhir adalah ujian kesabaran. Jalur pasir – kerikil tanpa jalur yang jelas, kemiringan lebih dari 60 derajat, naik satu langkah, turun beberapa langkah, tidak mudah tapi pasti bisa dilalui. Kuncinya hanya satu : SEMANGAT.

SONY DSC

menuju puncak

Segala perjuangan dan lelah saat perjalanan menuju puncak akan terbayar  oleh pesona keindahan di titik tertinggi Rinjani. Seperti merasakan titik balik kehidupan, bersakit – sakitlah dahulu, barulah bersenang-senang kemudian. Di sana kita akan merasakan arti sebuah perjuangan, pengorbanan, dan persahabatan. Moment kebersamaan yang indah dan  tak terlupakan.

SONY DSC

Danau Segara Anakan dari lereng menuju puncak

Nah makin ga sabar ingin mendaki gunung kan, tetapi ada hal penting tentang mendaki gunung yang kadang dilupakan : PERSIAPAN.

Sebelum melakukan pendakian jangan lupa untuk melakukan persiapan yang matang, fisik maupun mental. Mendapatkan informasi penting mengenai peraturan pendakian, perijinan dan etika mendaki. Persiapkan bekal dan perlengkapan dengan cermat, dan tentunyan melakukan persiapan fisik dengan berolahraga secara rutin sangat dianjurkan untuk menghindari cedera otot, menjaga stamina dan menghindari resiko kecelakaan lainnya. Naik gunung jangan buat susah teman ya :).

Selain itu pastikan juga bahwa tubuh kita dalam keadaan fit saat melakukan pendakian. Biasanya saya akan menginap dulu semalam di kaki gunung. Bukan saja untuk beristirahat tapi juga untuk berkenalan dengan guide/porter yang akan membantu kita selama pendakian. Mematangkan rencana pendakian, re-pack barang – barang, memastikan keesokan harinya kita siap mendaki gunung.

Bingung cari hotel ? Sekarang ngga usah bingung lagi, sekarang kita bisa pesan hotel secara online via Traveloka. Sangat membantu sekali. Daftar lengkap hotel yang ada di kawasan Lombok dapat dilihat di sini.

Menyenangkan kan, menulis ini membuat saya jadi kangen Lombok dan Gunung Rinjani. Ngga ada kapoknya, padahal dulu saya dan Cici pernah lho road trip Surabaya – Lombok demi naik Rinjani 🙂

See you when I see you Rinjani !

Ps : turut berduka cita atas meninggalnya Ika, pendaki Gunung Rinjani asal Palembang yang ditemukan tewas di pemandian air panas di sekitar Danau Segara Anakan. Jenasah Almarhumah Ika sudah ditemukan hari ini dan berhasil dievakuasi. Selamat jalan Ika !

Advertisements

16 thoughts on “Puncak Rinjani yang Selalu di Hati

  1. Cita2 aku banget nih ke Rinjani. Dari jaman di Jakarta jadi wacana mulu sama teman2. Mudah2an bisa kesampaian ke Rinjani sama suami (dan mungkin anak2 kami :D). Turut berduka cita. Kenapa meninggalnya May?

    • Amin yang kenceng buat Mba Deny dan keluarga 🙂
      Rinjani memang menyenangkan Mba, ga usah muncak aja udah senang. Mudah-mudahan kesampaian ya Mba bisa kesana sekeluarga.

      Penyebab utama meninggalnya belum ketahuan Mba, tapi tenggelam katanya, waktu sedang berendam air panas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s