[Honeymoon Road Trip] Sawa dee Bangkok

Tulisan yang sama pernah saya tuliskan di personal blog saya di sini. Tapi sengaja saya tayangkan ulang disini dengan sedikit revisi.

Cita-cita mulianya sederhana saja, memulai kembali menuliskan catatan perjalanan kami sekeluarga, lumayan buat dibaca anak cucu nanti 🙂

Thailand adalah salah satu negara yang saya suka (walau sebetulnya suka semua sih hehe). Kebetulan juga negara ini merupakan salah satu tujuan honeymoon road trip saya bersama suami, hampir 8 tahun yang lalu.

Kenapa judulnya road trip ? Literally karena betulan road trip, walau di beberapa rute utama kami menggunakan pesawat terbang. Sisanya kami mengandalkan bis dan angkutan umum, berpindah – pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, total perjalanan 9 hari. Judulnya cape, serasa amazing race. Not recommended 😀 Tapi ternyata semuanya menjadi indah dikenang, alhamdulillah.

Honeymoon ini sebenarnya tidak kami rencanakan. Penyakit pasangan mau nikah umumnya kan sama, uang pas – pasan, segala ngepas. Awalnya tidak terpikirkan untuk berbulan madu, uangnya sepertinya lebih baik ditabung. Tetapi seperti biasa godaan berjalan – jalan lebih besar. Akhirnya kami putuskan untuk pergi dengan backpacker style, yang penting kan pergi berdua. Backpacker style disini maksudnya serba hemat, memakai budget airline, menginap di budget hotel, dan yang pasti hemat uang hemat uang dan hemat uang.

Minggu, 24 Agustus 2008
Belum genap 24 jam kami berdua disahkan menjadi suami istri, tetapi pagi – pagi kami sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, menunggu penerbangan AirAsia Jakarta – Bangkok. Pengantin bandel memang. Thailand adalah negara tujuan kami yang pertama. Rencananya kami akan tinggal 2 hari di Bangkok dan kemudian terbang menuju Chiangrai. Bawaan kami sedikit saja, 2 buah ransel 30 L, 1 tas kamera dan 1 tas jinjing.

Menjelang tengah hari kami tiba di Bangkok. Saat itu penerbangan AirAsia masih mendarat di Suvarnabhumi Airport, bandara baru di Bangkok yang megah dan modern sekali. Kesan pertama saya, orang Thailand sangat ramah. Bangsa Thailand adalah bangsa yang ramah dan murah senyum, tidak jauh berbeda dengan bangsa kita.

Dari bandara kami bergegas menuju kota Bangkok dengan menggunakan Airport Bus. Bis dari bandara ke kota sudah memiliki jadwal tetap, tinggal menunggu di haltenya masing – masing. Bisnya bagus dan bersih.

IMG_2161.jpg

airport bus

Perjalanan dari bandara melalui jalan – jalan pinggiran kota yang ternyata kotor dan kumuh. Kering dan macet yang sama dengan negara kita. Saya merasa sedang berada di Samarinda dengan kota pinggir sungainya.

Sebelumnya kami sudah booking hotel untuk menginap di hari pertama ini. Tetapi ternyata susah sekali menemukan hotel tersebut. Hampir semua orang di bis termasuk kondektur bis tidak banyak membantu ketika kami bertanya mengenai petunjuk arah ke hotel kami. Ditambah lagi susah menemukan orang yang bisa berbicara bahasa Inggris.

Akhirnya kami turun saja di dekat sebuah pasar yang cukup ramai. Tidak tahu juga ada di daerah mana. Masih penasaran dan kami kembali bertanya – tanya kepada beberapa orang. Hasilnya nihil. Seorang polisi yang kami tanyapun tidak banyak membantu.

IMG_2174

polisi ditanya malah senyum-senyum

Setelah melihat – lihat peta ternyata kami berada di daerah Bangkapi, Happyland. Jauh juga dari tujuan awal kami. Akhirnya kami memutuskan memakai taksi saja, asal stop dan langsung naik sambil menunjukkan alamat hotel kami. Supir taksi kami sangat ramah dan ajaibnya juga bisa berbahasa Inggris, akhirnya kami bisa bertanya – tanya. Lucunya Pak Supir bilang hotel kami ini jauh sekali, argonya bisa mahal, dan dia malah menyarankan kami untuk cari hotel di daerah Bangkapi saja. Akhirnya karena males pusing kami iyakan. Meluncurlah taksi kami ke Asia Residence Hotel, masih di daerah Bangkapi. Kami turun menanyakan kamar dan langsung kami iyakan karena harganya super murah, 490 Bath atau sekitar 150 rb saja sudah termasuk breakfast. Hotelnya baru, kamarnya bersih, dengan bathtub. Good deal.

IMG_2196

Asia Residence 14 at Bangkapi

Setelah beres urusan penginapan selanjutnya pastilah urusan makan. Kami sangat lapar, makan terakhir kami di pesawat pagi tadi. Dimana ya cari makanan halal. Keluar dari hotel ternyata jalanan sangat ramai. Setelah kami amati ternyata Bangkapi adalah daerah pertokoaan, ada sebuah mall besar bernama Happyland. Tetapi daerah ini bukan daerah tourist yang ramai. Blessing in disguise, kami bisa merasakan menjadi orang lokal, tanpa embel embel menjadi tourist.

Tepat di samping hotel ternyata ada beberapa penjual makanan pinggir jalan. Persis seperti di Indonesia, pakai gerobak dan meja – meja kecil. Ada banyak pilihan tapi kami bingung mana yang halal. Setelah melihat – lihat akhirnya kami menemukan penjual makanan yang memasang logo halal..kecilllll sekali. Tapi cukuplah, penuh semangat kami masuk kesana dan langsung pesan makanan. Ternyata si Bapak tidak berbahasa Inggris, dia sibuk berbicara dalam bahasa Thai yang tidak kami mengerti. Tak berapa lama keluarlah hidangan makan malam kami : Nasi dan telur ceplok 😀

Bingung, geli, campur kelaparan. Kami makan juga nasi dan telur ceplok itu, ternyata enak juga, lapar sih. Sewaktu bayar ternyata ada kejutan berikutnya, total yang harus kami bayar hanya 15 Bath saja alias 4500 rupiah. Kenyang dan murah.

Perjalanan kami lanjutkan ke arah Happyland, kalau dipikir – pikir ini mirip sekali dengan Indonesia. Banyak pedagang kaki lima menjual barang – barang elektronik, pakaian, sepatu, jam tangan, makanan, buah – buahan sampai rokok kretek asli Indonesia.

IMG_2194

rokok Indonesia jadi favorite dan paling mahal

Saya sendiri paling suka dengan buah – buahannya, mirip dengan jualan buah potong di Indonesia, harganya juga murah, 10 bath untuk 1 potong melon/nanas ukuran besar dan 30 bath saja untuk manisan jambu bangkok yang manis segar. Mumpung di sini mari kita puas – puasin makan buah buah asli Bangkok.

IMG_2181

buah segar asli Bangkok

Hari pertama yang aneh memang, tapi ternyata masih ada hari – hari yang lebih aneh..tunggu ya 🙂

24 Agustus 2008
Air Asia JKT – BKK : IDR 804.000 per pax
Asia Residence Hotel : THB 490 per room per night
Airport bus, taxi, dinner, etc : THB 200

Advertisements

3 thoughts on “[Honeymoon Road Trip] Sawa dee Bangkok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s